Tarutung-BumiJurnalis: Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun nonsubsidi mulai dirasakan masyarakat di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), baik di jalur Lintas Sumatera maupun jalur Lintas Barat Sumatera.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan telah mengular sejak sebelum SPBU memulai operasional. Kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga truk angkutan barang tampak rela menunggu berjam-jam demi memperoleh BBM jenis Solar, Pertalite, maupun Dexlite.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kelangkaan BBM tersebut. Belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai faktor yang menyebabkan pasokan di sejumlah SPBU mengalami keterbatasan.
Di tengah kondisi tersebut, fenomena berbeda justru terlihat di kawasan Simpang 3 Pal Sabolas, Kabupaten Tapanuli Selatan, pada ruas jalan menuju Tarutung. Sejumlah pedagang eceran tampak secara terbuka menjajakan BBM menggunakan jeriken berkapasitas sekitar lima liter.
Yang menjadi perhatian, harga BBM yang ditawarkan jauh di atas harga resmi. BBM jenis Solar, misalnya, dijual hingga Rp12.000 per liter, jauh lebih tinggi dibanding harga yang berlaku di SPBU.
Fenomena ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Saat ribuan pengendara harus mengantre panjang akibat sulitnya memperoleh BBM, para pedagang eceran justru terlihat memiliki stok yang cukup untuk diperjualbelikan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai asal-usul pasokan BBM yang mereka jual, khususnya Solar, yang saat ini menjadi salah satu jenis BBM paling sulit diperoleh di sejumlah SPBU.
Masyarakat berharap pemerintah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait segera melakukan pengawasan dan investigasi terhadap distribusi BBM di lapangan. Selain memastikan penyebab kelangkaan, langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi penyimpangan distribusi maupun praktik penjualan BBM di luar ketentuan yang dapat merugikan masyarakat luas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kelangkaan BBM maupun keberadaan pedagang eceran yang diduga tetap memperoleh pasokan Solar di tengah kondisi distribusi yang sedang terganggu.(Red)








