Jakarta – Selain Don Ritto, ada nama Ketua DPC Peradi Bandung periode 2023-2028 Mohamad Ali Nurdin yang mulai mendapat sorotan publik yang diduga bagian jejaring skandal eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Nama Ali bahkan disebut-sebut sempat masuk radar penyidik Kortastipidkor Mabes Polri dalam skandal Febrie.
Ali bersama seorang staf khusus menteri disebut berkali-kali menemui dan meminta sejumlah uang kepada pengusaha Samin Tan. Nama ini belakangan menjadi tersangka di Gedung Bundar, Kejagung. Untuk ini, Ali membantahnya.
“Tidak pernah komunikasi dengan siapa pun terkait Samin Tan, tidak kenal sama sekali,” tutur Ali kepada wartawan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Masih kata Ali, pihaknya pun membantah soal staf khusus menteri yang disebut bersama-sama menemui Samin Tan. “Dan tidak kenal sama sekali staf khusus menteri,” kata Ali.
Lalu, siapa sesungguhnya Ali Nurdin? Ali Nurdin diketahui memulai karier sebagai advokat sejak 2002. Ali merupakan alumni Sekolah Tinggi Hukum Bandung tahun 2000. Gelar magister diraihnya 2 kali, yakni magister kenotariatan dari Universitas Padjajaran pada 2003 dan magister hukum pidana dari Universitas Langlangbuana pada 2006.
Ali Nurdin memimpin Law Office Mohamad Ali Nurdin & Partners yang berkantor di Bandung dan Jakarta. Kantornya menaungi puluhan advokat dan ratusan mahasiswa magang.
Kendati begitu, Ali Nurdin jarang terdengar beracara dan belum pernah sekali pun diketahui menangani kasus-kasus korupsi besar. Namun, nama Ali mulai moncer sejak kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, dan kerap wara-wiri di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung.
Lingkaran Ali Nurdin
Dalam media sosialnya terutama di Instragram-nya, Ali Nurdin sempat menampilkan kedekatannya dengan Jaksa Agung Burhanuddin. Dalam foto itu tertulis tahun 2019, Ali Nurdin mendatangi rumah Burhanuddin untuk mengucapkan selamat karena diangkat sebagai Jaksa Agung dalam kabinet Joko Widodo periode 2019-2024.
Kemudian, foto lainnya yang menunjukkan keakraban Ali Nurdin dan Jaksa Agung Burhanuddin dalam klub motor gede. Dalam ulang tahun ke-4 Kobar Motorcycle, Jaksa Agung Burhanuddin disebut sebagai pembina klub motor tersebut.
Juga secara khusus mengucapkan ulang tahun kepada klub motor tersebut. Bahkan IG resmi Kejaksaan RI ikut mengucapkan selamat kepada klub motor Kobar Motorcycle. Lalu, Ali Nurdin pun sempat mendokumentasikan keakrabannya dengan Jaksa Agung Burhanuddin pada masa pandemi Covid 2020. Ali Nurdin berfoto berdua di ruangan kerja Jaksa Agung Burhanuddin.
Tetapi, kekinian foto-foto itu lenyap tak berbekas. Dan ketika ditanya soal kedekatannya dengan Jaksa Agung Burhanuddin, Ali Nurdin memilih diam.
Di samping itu, berdasarkan penelusuran di mesin pencari Google, Ali Nurdin terekam mendampingi berbagai tokoh, mulai pejabat setingkat menteri hingga pengusaha besar seperti Robert Bonosusatya dalam kasus korupsi yang ditangani Gedung Bundar.
Pada Juni 2022, misalnya, Ali Nurdin terekam mendampingi eks Menteri Perdagangan M. Lutfi yang diperiksa dalam kasus tindak pidana korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah (CPO). Kemudian, pada Februari 2023, Ali Nurdin pun pernah pula mendampingi Johnny G. Plate dalam dugaan kasus korupsi Base Transceiver Station (BTS) 4G. Johnny Plate waktu itu menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika.
Lalu, pada April 2024, Ali Nurdin pun terlihat mendampingi pengusaha Robert Bonosusatya yang diperiksa penyidik Kejagung sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi tata niaga timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah tahun 2015-2022.
Khusus soal kasus BTS yang melibatkan Johnny Plate, ada nama Achmad Kholidin sebagai salah satu tim kuasa hukumnya. Nama Achmad Kholidin sempat mencuat dan menjadi perhatian publik karena kantor hukumnya sempat menangani banding eks Jaksa Pinangki Sirna Malasari dalam skandal Joko Tjandra. Dalam kasus itu, Pinangki terbukti menerima suap, pencucian uang hingga pemufakatan jahat menyuap pejabat Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung.
Sebagai informasi, Achmad Kholidin mengakui berteman dengan Pinangki ketika kuliah S-3 Ilmu Hukum di Unpad. Soal relasinya dengan Achmad Kholidin ini, Ali Nurdin pun tak menjawab.
Sebelumnya, nama Mohamad Ali Nurdin, Ketua DPC Peradi Bandung (periode 2023–2028) muncul dalam pemetaan jejaring Febrie yang disusun penyidik Kortastipidkor Mabes Polri. Seperti dilaporkan Majalah Tempo pada pekan ini, nama Ali bahkan sempat masuk radar penyidikan Kortastipidkor Polri.
Ali sebagaimana diberitakan media itu disebut mengatasnamakan jaksa untuk meminta sejumlah uang kepada pengusaha Samin Tan. Nama ini belakangan menjadi tersangka di Gedung Bundar, Kejagung. Berdasarkan sumber media tersebut Ali bersama seorang staf khusus menteri berkali-kali bertemu dengan Samin Tan.
Pertemuan ketiga orang itu beberapa kali terjadi di kafe kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Pertemuan itu membahas soal fulus agar Samin tak menjadi tersangka. Mulanya Samin sepakat membayar sejumlah uang. Kesepakatan itu batal setelah kejaksaan menjadikan Samin sebagai tersangka beberapa hari sebelum waktu penyerahan uang.








