Medan-BumiJurnalis: Sebuah video lama yang memperlihatkan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, berbicara di hadapan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, kembali menjadi sorotan publik. Video tersebut viral setelah Ketua DPW PAN Sumatera Utara sekaligus Bupati Langkat, Syah Afandin, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dalam potongan video yang beredar luas di media sosial, Bobby diduga melontarkan sindiran yang mengarah kepada Syah Afandin atau Ondim. Pernyataan itu disampaikan di hadapan jajaran pengurus PAN dalam sebuah agenda partai dan kini kembali menjadi perbincangan hangat setelah OTT KPK.
Bobby dalam kesempatan tersebut meminta Ketua Umum PAN untuk memanggil satu per satu ketua DPD PAN kabupaten dan kota yang baru dilantik.
“Ketua umum harus memanggil satu per satu ketua PAN kabupaten/kota yang baru dilantik. Tanyakan apakah ada diminta ongkos di muka oleh Ketua DPW,” ujar Bobby dalam video yang kini kembali viral.
Ucapan tersebut kemudian ditafsirkan sebagian publik sebagai sindiran terhadap sebutan akrab “Ondim”, yang diduga dipelesetkan menjadi “ongkos di muka”. Tafsir tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah KPK melakukan OTT terhadap Syah Afandin.
Sejumlah warganet menilai pernyataan Bobby seakan menjadi isyarat adanya dugaan praktik yang telah lama menjadi pembicaraan di lingkungan internal partai. Namun demikian, hingga kini Bobby Nasution tidak pernah secara eksplisit menyatakan bahwa ucapannya ditujukan kepada Syah Afandin maupun mengaitkannya dengan perkara hukum yang kini sedang ditangani KPK.
Peristiwa OTT terhadap Syah Afandin membuat potongan video tersebut kembali mencuat dan memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik. Meski demikian, dugaan mengenai adanya permintaan “ongkos di muka” masih sebatas persepsi dan penafsiran publik serta belum menjadi fakta hukum yang dibuktikan dalam proses penyidikan.
Sementara itu, KPK masih terus mendalami perkara yang menjerat Syah Afandin beserta pihak-pihak lain yang diamankan dalam operasi tersebut. Hingga berita ini diturunkan, lembaga antirasuah itu belum mengungkap secara lengkap konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Di sisi lain, publik kini menantikan penjelasan resmi dari Bobby Nasution maupun DPP PAN terkait viralnya kembali video tersebut, yang dinilai banyak kalangan sebagai momen ketika Bobby diduga telah memberi peringatan mengenai persoalan di internal partai sebelum akhirnya Ketua DPW PAN Sumatera Utara terjerat OTT KPK.(Red)








