Tangsel-BumiJurnalis: Pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap strategi pemasaran digital, melalui marketplace dan media social, menjadi target utama mahasiswa teknik industri Universitas Pamulang (UNPAM), dalam pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kampung Cibodas Kecil RT 005 RW 03, Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.
Dengan pola pelaksanakan metode penyuluhan, para mahasiswa Teknik Industri ini, menggagas thema, “Pemberdayaan Masyarakat melalui Produksi, Inovasi, Branding, Pemasaran, dan Pemanfaatan Briket Ramah Lingkungan”
“Pemanfaatan limbah organik menjadi produk briket ernilai ekonomis berpotensi jadi sumber perekonoman masyarakat serta ramah lingkungan.”Ujar Piki Cahyadi selaku Ketua Kelompok Minggu (24/5/2026).
Piki Cahyadi yang didampingi para anggota diantaranya, anggota Arif Arisdiyanto, Fayreja Syaiful Malik, dan Zaenni Maulana, di bawah bimbingan dosen Ajit, ST MT menjelaskan, kegiatan PKM dibagi menjadi lima kelompok agar penyampaian materi, praktik, serta diskusi dapat berjalan lebih efektif dan interaktif.
Menariknya, lanjut Piki, penyampaian dilakukan secara bergantian dengan metode presentasi dan diskusi interaktif, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teori, tetapi juga wawasan praktis dalam pengembangan usaha berbasis produk ramah lingkungan.
“Dalam observasi awal, tim PKM menemukan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di wilayah tersebut masih menggunakan metode pemasaran tradisional seperti titip jual di warung dan promosi dari mulut ke mulut. Kondisi ini menyebabkan jangkauan pasar menjadi terbatas.”Jelasnya.
Rangkaian acara, yang dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh masing-masing kelompok mahasiswa. Materi yang disampaikan mencakup proses produksi briket, inovasi produk, branding, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan media digital untuk penjualan.
Senada dengan dukungan kegiatan tersebut,Dosen Pembimbing Ajit, ST MT,mengatakan peluang sumber ekonomi dalam dunia digital saat ini, begitu luas.
“Di era digital seperti sekarang, sebenarnya peluang pasar sangat luas. Dengan ponsel dan internet, produk mereka bisa menjangkau konsumen luar daerah bahkan luar pulau.Jangan takut salah, yang penting mulai. Karena di era digital ini, siapa yang cepat beradaptasi, dialah yang akan memenangkan pasar,” ujarnya.

Marketplace & Medsos Untuk Promosi
Melihat kondisi tersebut, tim PKM kemudian memberikan pelatihan praktis mulai dari pembuatan akun marketplace seperti Shopee, pengelolaan tampilan produk agar lebih menarik, hingga teknik promosi sederhana melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Sebelum pelatihan, hasil survei menunjukkan sekitar 50% peserta belum memahami konsep pemasaran digital, sementara hanya 17% yang sudah memiliki pemahaman dasar. Namun setelah kegiatan berlangsung, terjadi peningkatan signifikan.
“Pasca pelatihan, sebanyak 83% peserta sudah memahami dasar pemasaran digital dan cara menggunakan marketplace serta media sosial untuk promosi,” jelas Piki Cahyadi, ketua kelompok PKM.
Peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro kini mulai mencoba mempraktikkan ilmu yang diperoleh, termasuk membuat akun toko online dan mengunggah produk mereka ke marketplace.
Sebagai bentuk tindak lanjut, tim PKM juga membentuk grup WhatsApp untuk memudahkan komunikasi dan pendampingan lanjutan. Melalui grup tersebut, masyarakat dapat berkonsultasi terkait kendala teknis seperti fotografi produk, penulisan deskripsi, hingga strategi penggunaan kata kunci agar produk mudah ditemukan.
Menanggapi kegiatan tersebut, Ketua RT setempat turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa program tersebut sangat membantu masyarakat dalam memahami langkah awal digitalisasi UMKM.
“Kami sangat terbantu. Sekarang warga sudah punya gambaran untuk mulai berjualan secara online,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan keterampilan dalam pemasaran digital, inovasi produk, serta pemanfaatan limbah organik menjadi briket ramah lingkungan yang bernilai jual, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan limbah yang lebih produktif.(BTC)






