Jawa Barat-BumJurnalis: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat serangkaian bencana melanda berbagai wilayah Indonesia dalam periode 15–16 Juni 2026. Fenomena hidrometeorologi, baik basah maupun kering, mendominasi kejadian, mulai dari kekeringan, banjir, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kekeringan akibat minimnya curah hujan selama sekitar satu bulan terakhir menyebabkan 296 kepala keluarga atau sekitar 800 jiwa kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang berdampak pada 393 kepala keluarga atau 1.445 jiwa di tiga desa di Kecamatan Kemalang. BPBD di kedua daerah terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Sementara itu, banjir menerjang Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, dan berdampak pada 44 kepala keluarga atau 278 jiwa. Sebanyak 36 warga terpaksa mengungsi, meski kondisi banjir kini dilaporkan mulai berangsur surut.
Di wilayah timur Indonesia, kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Bukit Silvia, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Api yang diduga dipicu cuaca panas dan vegetasi kering membakar sekitar 19 hektare lahan sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim gabungan.
Menanggapi rangkaian peristiwa tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan BPBD guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.(Red)







