Banten-BumiJurnalis: Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa sektor pertanian Indonesia, khususnya di Banten, kini mendapatkan perhatian besar dari pemerintah. Berbagai kebijakan strategis yang dijalankan pemerintah pusat dinilai berhasil mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Hal itu disampaikan Andra Soni saat melepas Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Banten menuju Pekan Nasional (Penas) XVII KTNA di Gorontalo, 20–25 Juni 2026. Menurutnya, dalam dua tahun terakhir, dunia pertanian mengalami perubahan positif berkat dukungan besar dari pemerintah, mulai dari kebijakan harga gabah, kemudahan distribusi pupuk bersubsidi, perlindungan lahan pertanian, hingga pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.
Andra Soni mengungkapkan, kemajuan tersebut tercermin dari meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) Banten yang pada Mei 2026 mencapai 110,57 atau naik 0,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Di tingkat daerah, Pemprov Banten juga terus memperkuat infrastruktur pertanian melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) dan pembangunan jalan usaha tani guna memperlancar distribusi hasil pertanian.
Ia optimistis petani Banten dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, terlebih Banten memiliki potensi besar karena berbatasan langsung dengan kawasan aglomerasi Jakarta yang memiliki kebutuhan pangan sangat tinggi.
Andra Soni juga berpesan kepada seluruh peserta KTNA Banten untuk memanfaatkan ajang Penas XVII sebagai wadah belajar, bertukar pengalaman, dan membawa pulang inovasi yang dapat diterapkan demi kemajuan pertanian di Provinsi Banten.(Red)







