Medan-BumiJurnalis: Misteri kebakaran replika Rumah Adat Batak di kawasan Monumen Nasional Sisingamangaraja akhirnya terungkap. Polisi berhasil mengungkap penyebab insiden tersebut dan mengamankan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi.
Meski demikian, hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa kebakaran tersebut bukan merupakan aksi pembakaran yang disengaja, melainkan akibat kelalaian saat bermain api.
Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan, menjelaskan bahwa remaja tersebut diamankan setelah polisi melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Saat kejadian pada 22 Juni lalu, anak tersebut diketahui sedang bermain bersama temannya di area rumah adat. Mereka menemukan kaleng bekas obat nyamuk semprot (Baygon), lalu mencoba menyemprotkannya ke arah api yang berasal dari korek gas.
“Jadi, kami mengamankan seorang anak yang diduga menyebabkan kebakaran di rumah adat Batak yang berada di Monumen Sisingamangaraja. Tadi pagi kami mengamankan anak tersebut,” kata Poltak, Sabtu (27/6).
Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan anak tersebut tidak memiliki niat untuk membakar bangunan.
Poltak menjelaskan, peristiwa itu bermula saat M bermain di sekitar lokasi pada 22 Juni. Saat itu, ia menemukan kaleng bekas obat nyamuk semprot, lalu menyemprotkannya sambil menyalakan korek api yang dibawanya.
“Anak tersebut hanya bermain-main di lokasi. Dia melihat kaleng Baygon bekas, lalu karena membawa mancis, kaleng itu disemprotkan sambil menyalakan api. Dia tidak tahu kalau tindakannya akan berdampak hingga membakar rumah adat Batak,” ujar Poltak.(Red)







