Jakarta-BumiJurnalis: Peluang menjadi content creator dadakan sangat besar dan terbuka lebar di era digital ini.Berbekal kreativitas dan ponsel pintar, serta percaya diri berbicara atau ngebacot, siapa saja bisa memulai tanpa modal besar.
Penghasilan didapat dari endorse, maupun sumber lainnya. Pengaruh besar itu tamoaknya dirasakan Ramond Dony Adam atau yang lebih dikenal sebagai DJ Donny yang belakangan semakin sering menjadi perbincangan publik.
Sosok yang sebelumnya dikenal sebagai disc jockey (DJ) kini lebih banyak menarik perhatian melalui berbagai konten video ngebacot dengan bahasa makian di media sosial , membuat ya cepat populer.
Perubahan aktivitas menjadi menilai penampilan DJ Donny kini tampak berbeda dibanding saat masih aktif mengisi panggung hiburan malam, termasuk perubahan fisiknya yang dinilai lebih berisi.
Namun, perhatian publik lebih banyak tertuju pada intensitasnya dalam memproduksi konten-konten opini yang kerap viral di berbagai platform digital, dengan bernada kasar yang jauh berbeda dengan produk jurnalistik yang mengedepan kode etik dan aturan yang tertuang dalam UU Pers no 40 1999 dalam menyajikan informasi, opini serta narasi untuk dikonsumsi publik.
Dengan kemampuan mengemas video secara menarik dan gaya penyampaian yang bergaya ala preman jalanan, DJ Donny dinilai berhasil membangun basis pengikut yang besar di media sosial.
Konten-kontennya yang membahas isu politik, kebijakan pemerintah, hingga persoalan sosial kerap menuai pro dan kontra, sekaligus mendongkrak popularitasnya sebagai kreator konten ketimbang latar belakangnua yang aktif menghibur di dunia malam sebagai DJ.
Berdasarkan sejumlah pemberitaan media nasional, DJ Donny memiliki nama lengkap Ramond Dony Adam. Ia memulai karier sebagai disc jockey profesional dan pernah tampil di sejumlah klub malam ternama di Jakarta, seperti X2 Club, Venue Bar & Lounge, Tipsy Bar & Lounge, hingga Nu’China Bar. Selain berkarier sebagai DJ, ia juga diketahui mendirikan label musik serta menjalankan sejumlah usaha di bidang hiburan.
Seiring berkembangnya media sosial, aktivitas Donny bergeser dari dunia hiburan malam menuju industri konten digital.
Akun Instagram dan TikTok miliknya dipenuhi video-video berisi bacotan kritik, dan komentar terhadap isu-isu yang menggandengnya bekerja sama sedang menjadi perhatian publik.
Gaya komunikasinya yang kasar dan terkesan tak beretika dalam dunia jurnalistik, semakin
namanya di kenal.
Apalagi dalam beberapa bulan terkahir,bacotannya membela koruptor Ex Menteri Pendidikan Nadiem Karim kasus korupsi Chromebook dan Kerry Andrianto anak mafia migas Riza Chalid yang masih berstatus DPO, menjadi gambaran bahwa ngebacot di instagram lebih menjajikan dari pada menghibur di dunia malam.(Red)








