• Home
  • Redaksi
  • Indeks
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Minggu, Juni 28, 2026
Bumi Jurnalis
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam
Tak ada hasil
Tampilkan semua
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam
Tak ada hasil
Tampilkan semua
Bumi Jurnalis
Tak ada hasil
Tampilkan semua
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam
Home Nasional

Kontroversi Tiket Perdana AFF, Zaidaan Damar: Sepakbola Telah Dicuri dari Rakyat

admin
29 Mei 2026
- Nasional, Sport
0 0
Kontroversi Tiket Perdana AFF, Zaidaan Damar: Sepakbola Telah Dicuri dari Rakyat

Teks Foto: Zaidaan Damar soroti harga pejualan tiket perdana AFF. (Ist)

995
VIEWS
WAShare on FacebookShare on TwitterTele

Medan-BumiJurnalis: Gelombang kritik terhadap sistem penjualan tiket ajang ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026 di Sumatera Utara terus bermunculan. Publik menilai penyelenggara tidak transparan terkait adanya biaya tambahan dalam proses pembelian tiket, baik melalui platform resmi maupun pembelian langsung di gerai tiket.

Dalam unggahan resmi penyelenggara dan PSSI, harga tiket pertandingan diumumkan sebesar Rp200 ribu untuk kategori CAT 1 Barat/Timur, Rp150 ribu untuk CAT 2 Barat/Timur, serta Rp100 ribu untuk CAT 3 Selatan/Utara. Namun saat proses pembayaran berlangsung melalui platform resmi GARUDA.ID maupun pembelian di lokasi, penonton kembali dibebankan biaya tambahan yang tidak dijelaskan secara rinci dalam materi promosi awal.

Baca Juga

Demo #IndonesiaSekarat di Surabaya Berujung Ricuh! Massa Bentrok dengan Polisi

Razman Resmi Ditahan di Lapas Cipinang

Terungkap! Polisi Temukan Botol Infus di Lokasi Penyekapan YTR

Biaya tambahan tersebut diketahui mencapai Rp25 ribu untuk CAT 1, Rp20 ribu untuk CAT 2, dan Rp15 ribu untuk CAT 3. Kondisi ini menuai kekecewaan dari berbagai kalangan, terutama pelajar dan mahasiswa yang selama ini menjadi bagian terbesar suporter sepakbola nasional.

BACA:  JAGA MARWAH: Rekonsiliasi Ala Rismon Wujud Fokus Masa Depan Keluarga Paling Utama

Mahasiswa sekaligus pemerhati sepakbola dan pencinta olahraga sepak bola, M Zaidaan Damar, menilai persoalan tersebut bukan sekadar soal nominal tambahan biaya, melainkan menyangkut transparansi dan penghormatan kepada publik sebagai pendukung utama sepakbola.

“Sepakbola hari ini perlahan terasa semakin jauh dari rakyat. Ketika harga tiket diumumkan tidak secara utuh, lalu masyarakat baru mengetahui adanya biaya tambahan saat pembayaran, maka publik merasa tidak diperlakukan secara transparan. Ini bukan hanya soal uang, tetapi soal kepercayaan,” ujar M Zaidaan Damar kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).

BACA:  Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Perdana Kasus Korupsi Nikel

Ia menegaskan bahwa sepakbola sejak awal tumbuh dari ruang sosial masyarakat, bukan semata industri hiburan komersial. Menurutnya, stadion selama ini hidup karena loyalitas suporter yang rela menyisihkan uang saku demi mendukung tim kesayangannya.

“Sepakbola adalah olahraga rakyat. Ia hidup dari suara tribun, dari pelajar yang menabung untuk membeli tiket, dan dari masyarakat yang tetap datang memenuhi stadion dalam berbagai keterbatasan. Kalau semua mulai dihitung dengan logika bisnis semata tanpa sensitivitas sosial, maka benar adanya bahwa sepakbola perlahan telah dicuri dari rakyat,” tegasnya.

Zaidaan juga meminta agar penyelenggara event olahraga nasional lebih terbuka dalam menyampaikan seluruh komponen biaya kepada masyarakat sejak awal promosi dilakukan. Menurutnya, transparansi merupakan kewajiban moral dalam sebuah acara publik yang melibatkan antusiasme besar masyarakat.

BACA:  Terlapor di Kejari, PT Adidaya Cipta Sentosa Menangkan Proyek Rp27 M di Pemprovsu

“Publik tidak anti terhadap biaya administrasi. Tetapi masyarakat berhak mengetahui seluruh rincian harga secara jelas sejak awal. Kejujuran informasi adalah bentuk penghormatan paling dasar kepada suporter,” tambahnya.

Fenomena mahalnya akses menonton sepakbola dan meningkatnya unsur komersialisasi belakangan memang menjadi sorotan banyak pihak. Sejumlah suporter menilai sepakbola nasional perlahan kehilangan akar sosialnya ketika penonton mulai diposisikan semata sebagai konsumen, bukan lagi bagian dari identitas dan kultur olahraga itu sendiri.

Di tengah tingginya antusiasme masyarakat Sumatera Utara menyambut turnamen ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026, publik berharap penyelenggara dapat mengevaluasi sistem penjualan tiket agar lebih terbuka, terjangkau, dan berpihak kepada suporter sebagai ruh utama sepakbola nasional.(red)

SendShare112Tweet70Share
Kembali

Majelis Etik Ombudsman Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Pansel Nasional

Lanjut

Harlah Pancasila, Prabowo: Terima kasih atas Pelaksanaan Upacara yang Baik Komandan

Baca Juga

Demo #IndonesiaSekarat di Surabaya Berujung Ricuh! Massa Bentrok dengan Polisi
Nasional

Demo #IndonesiaSekarat di Surabaya Berujung Ricuh! Massa Bentrok dengan Polisi

27 Juni 2026
Razman Resmi Ditahan di Lapas Cipinang
Nasional

Razman Resmi Ditahan di Lapas Cipinang

27 Juni 2026
Terungkap! Polisi Temukan Botol Infus di Lokasi Penyekapan YTR
Nasional

Terungkap! Polisi Temukan Botol Infus di Lokasi Penyekapan YTR

27 Juni 2026
Sayembara KDM,Rp250 Juta untuk Keluarga Korban Taufik Hidayat
Nasional

Sayembara KDM,Rp250 Juta untuk Keluarga Korban Taufik Hidayat

27 Juni 2026
Dugaan Tambang Ilegal, Fahrul Rozi: Pecat Kasat Reskrim Polres Pasaman
Ekonomi

Dugaan Tambang Ilegal, Fahrul Rozi: Pecat Kasat Reskrim Polres Pasaman

27 Juni 2026
Keterangan Taufik Hidayat Berbeda Dengan Korban, Polisi Buka Posko
Nasional

Keterangan Taufik Hidayat Berbeda Dengan Korban, Polisi Buka Posko

25 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tak ada hasil
Tampilkan semua

Populer

  • Diduga Terindikasi Korupsi Program MBG, Ini Kata Dek Gam…

    Diduga Terindikasi Korupsi Program MBG, Ini Kata Dek Gam…

    290 shares
    Share 116 Tweet 73
  • Kejati Jambi Dalami Korupsi DPRD Merangin, Ahli Mulai Diperiksa

    286 shares
    Share 114 Tweet 72
  • ESKRIM Nilai Sufmi Dasco Ahmad Layak Diperhitungkan dalam Bursa Calon Presiden 2029

    283 shares
    Share 113 Tweet 71
  • Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Bunda Yin Sebut Kantor Gerindra Sumut Menjadi Contoh

    282 shares
    Share 113 Tweet 71
  • Erni Sitorus Diteriaki “Pembohong” Saat Dialog dengan Mahasiswa, ‘Mau Sampai Kapan Berbohong?’

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Harga Emas Batangan Terkoreksi, Antam Turun Rp21 Ribu per Gram

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • “Mas Bahlil Ganteng”: Ketika Hujatan Berubah Jadi Popularitas Massal

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Kejatisu Didesak Usut Dugaan Mafia MBG di Tapteng-Sibolga, Nama Hasva Pasaribu Ikut Disorot

    281 shares
    Share 112 Tweet 70

Terpopuler

  • Diduga Terindikasi Korupsi Program MBG, Ini Kata Dek Gam…

    Diduga Terindikasi Korupsi Program MBG, Ini Kata Dek Gam…

    290 shares
    Share 116 Tweet 73
  • Kejati Jambi Dalami Korupsi DPRD Merangin, Ahli Mulai Diperiksa

    286 shares
    Share 114 Tweet 72
  • ESKRIM Nilai Sufmi Dasco Ahmad Layak Diperhitungkan dalam Bursa Calon Presiden 2029

    283 shares
    Share 113 Tweet 71
  • Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Bunda Yin Sebut Kantor Gerindra Sumut Menjadi Contoh

    282 shares
    Share 113 Tweet 71
  • Erni Sitorus Diteriaki “Pembohong” Saat Dialog dengan Mahasiswa, ‘Mau Sampai Kapan Berbohong?’

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Kejatisu Didesak Usut Dugaan Mafia MBG di Tapteng-Sibolga, Nama Hasva Pasaribu Ikut Disorot

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • “Mas Bahlil Ganteng”: Ketika Hujatan Berubah Jadi Popularitas Massal

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Harga Emas Batangan Terkoreksi, Antam Turun Rp21 Ribu per Gram

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Kuasa Hukum CRAB Laporkan Bank Mandiri ke OJK, Tuding Ada Pencairan Dana Rp123 Miliar Tanpa Hak

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Kasus 2 PRT di Benhil, Sosok Majikan AVP Jadi Tersangka Pekerjakan Anak di Bawah Umur

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
Bumi Jurnalis

© 2026 BumiJurnalis.com - Mengabarkan Fakta, Mencerdaskan Bangsa.

Navigasi

  • Home
  • Redaksi
  • Indeks
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

Tak ada hasil
Tampilkan semua
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam

© 2026 BumiJurnalis.com - Mengabarkan Fakta, Mencerdaskan Bangsa.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist