Jakarta – BumiJurnalis:Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Sitorus meminta aparat penegak hukum memperluas penyelidikan dalam kasus dugaan korupsi pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Menurutnya, pemeriksaan tidak cukup berhenti pada pihak swasta maupun pejabat teknis, tetapi juga perlu menyasar pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab dalam pengambilan kebijakan.
Deddy secara khusus menyinggung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang ia sebut dengan julukan “si bolu ketan”. Menurutnya, pejabat yang memiliki kewenangan di sektor energi perlu dimintai keterangan agar proses penegakan hukum berjalan secara menyeluruh dan tidak menimbulkan kesan tebang pilih.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola batu bara untuk PLTU yang telah memasuki tahap penyidikan. Kejaksaan Agung sebelumnya mengungkapkan telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, masing-masing berasal dari pihak swasta dan seorang berinisial “F”. Kasus ini diduga berkaitan dengan manipulasi pasokan batu bara yang berdampak pada terganggunya sistem kelistrikan nasional.
PDIP menilai pengusutan perkara harus dilakukan secara transparan dan menyentuh seluruh pihak yang diduga memiliki keterkaitan, sehingga penanganan kasus dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.(Red)







