• Home
  • Redaksi
  • Indeks
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Oktober 17, 2026
Bumi Jurnalis
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam
Tak ada hasil
Tampilkan semua
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam
Tak ada hasil
Tampilkan semua
Bumi Jurnalis
Tak ada hasil
Tampilkan semua
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam
Home Korupsi

Piala Dunia 2026 Usai, Anggaran Hak Siar Rp 1,3 Terus Dikecam

Redaksi Nasional
25 Juli 2026
- Korupsi, Nasional
0 0
Piala Dunia 2026 Usai, Anggaran Hak Siar Rp 1,3 Terus Dikecam
1k
VIEWS
WAShare on FacebookShare on TwitterTele

Jakarta-Bumijurnalis: Tirai pergelaran Piala Dunia 2026 telah resmi ditutup, namun “badai” di balik layarnya justru baru saja dimulai. Keputusan Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) membelanjakan anggaran fantastis sebesar Rp1,3 triliun dari APBN untuk membeli hak siar perhelatan akbar tersebut memicu kritik keras dari berbagai pihak.
‎
‎Di tengah instruksi ketat Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi anggaran negara dan penghematan taktis APBN, langkah TVRI ini dinilai sebagai paradoxical policy yang jauh dari nilai-nilai good corporate governance dan akuntabilitas fiskal.
‎
‎​Kritik menukik datang dari Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (JAGA MARWAH). Ketua Umum JAGA MARWAH, Edison Tamba, menyuarakan kegelisahan publik atas apa yang disebutnya sebagai skema pemborosan terstruktur berkedok hiburan rakyat.
‎
‎​Edison Tamba menilai, argumentasi Dirut TVRI Tubagus Fiki Chikara Satari (Fiki Satari) yang menyebutkan bahwa angka Rp1,3 triliun merupakan paket bundling tiga turnamen (Piala Dunia 2026, Piala Dunia U-17 2026, dan Piala Dunia Wanita 2027), sama sekali tidak mengobati luka pemborosan anggaran APBN.
‎
‎​”Persoalan utamanya bukan sekadar bundling atau durasi lisensi, melainkan cost-benefit ratio dari uang rakyat yang digunakan. Tiga paket hak siar yang dibeli itu realitasnya tidak semua ditonton oleh masyarakat. Budaya dan peminat siaran sepak bola wanita maupun turnamen usia muda di Indonesia tidak sebanding dengan biaya yang dikucurkan. Mengeluarkan triliunan rupiah untuk konten yang sepi penonton adalah bentuk inkapabilitas manajemen dalam menyusun skala prioritas,” tegas Edison Tamba.
‎
‎​Edison juga menyoroti eksekusi penayangan TVRI selama gelaran berlangsung yang dinilai “kurang cerdas dan tumpul secara bisnis.” Sepanjang ratusan laga disiarkan, layar kaca TVRI nyaris bersih dari jeda komersial atau sponsor eksternal secara agresif. Bahkan momen krusial seperti cooling break hingga studio pengulas dibiarkan polos tanpa branding sponsor.
‎
‎​”Fasilitas siaran memang gratis untuk warga, tapi bukan berarti TVRI harus ‘alergi’ mendulang cuan dari swasta! Kalau sponsor masuk, bukankah itu bisa mengembalikan separuh atau bahkan 80% modal APBN yang terpakai? Dirut TVRI terkesan gagal melihat nilai strategis commercial leverage dari hak siar ini. Mengandalkan sub-licensing terbatas ke platform OTT dan TV berbayar tidak menutup pemborosan jumbo tersebut. Ini kesan hura-hura uang rakyat karena tim marketingnya ‘tenang’ merasa diback-up penuh oleh dana APBN,” cetus Edison.
‎

BACA:  Bimtek di Hotel, KPK Soroti Dugaan Konflik Kepentingan Pemkab Deli Serdang

Selisih Niai Antar Negara
‎Sikap defensif manajemen TVRI yang menyatakan bahwa perbandingan harga hak siar antarnegara tidak bisa dilakukan secara sederhana karena klausul kerahasiaan (non-disclosure agreement), dinilai publik sebagai bentuk perlindungan diri. Data komparatif di kawasan Asia justru memperlihatkan betapa lemahnya posisi tawar (bargaining position) TVRI saat bernegosiasi dengan FIFA:
‎
‎- Indonesia (TVRI)~Rp1,3 Triliun ($82 Juta USD)APBN Langsung; Pembelian tunggal oleh LPP.
‎
‎- China (CMG/CCTV)~Rp1,1 Triliun ($60 Juta USD)Dana Korporasi Media Negara; Negosiasi menekan harga dari target awal $300 juta.
‎
‎- India (Zee Entertainment)~Rp650 Miliar ($35–40 Juta USD)Konsorsium Swasta; Mendapatkan last-minute deal hingga Rp200 miliar.
‎
‎- Malaysia (RTM & UNIFI)~Rp569 MiliarPatungan (Joint-Venture) dengan provider swasta/BUMN agar tak terbebankan ke APBN.
‎
‎- Vietnam & Thailand (JAS)~Rp244 M – Rp1,1 TriliunPaket Multi-Turnamen hingga 2030 melalui konsorsium media swasta.
‎
‎Perbandingan ini memperlihatkan bahwa ketimbang melakukan konsorsium (syndication) atau memaksimalkan skema Public-Private Partnership (PPP) seperti yang dilakukan Malaysia atau India, TVRI justru pasrah menerima harga tertinggi di Asia Tenggara dengan membebankan seluruh biayanya pada kas negara.
‎
‎Tingginya angka pengeluaran anggaran ini berbanding lurus dengan tajamnya sorotan publik terhadap kepemimpinan Tubagus Fiki Chikara Satari (Fiki Satari). Pelantikan Fiki sebagai Direktur Utama Pengganti Antar Waktu (PAW) LPP TVRI periode 2023–2028 pasca-mundurnya Iman Brotoseno pada awal 2026 terus menuai polemik.

BACA:  Perkuat Sinergitas Advokasi Masyarakat, SOKSI Padangsidimpuan Audensi ke Kejari Sidempuan

Baca Juga

‎Soroti Keselamatan Transportasi, ‎PB ALAMP AKSI Desak Menhub Bergerak: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi

PW ISARAH Sumut Desak Kejelasan Kasus Proyek Lapangan Merdeka Medan, Minta KPK Ambil Alih

Meneropong Lingkaran Advokat Ali Nurdin yang Terseret Pusaran Skandal Eks Jampidsus Febrie

Rekam Jejak Fiki
‎
‎​Publik dan warganet menyoroti rekam jejak Fiki yang dinilai minim pengalaman profesional langsung di industri penyiaran atau jurnalistik penyiaran skala besar.
‎
‎Rekam jejaknya lebih banyak diwarnai oleh aktivitas politik, regulasi ekonomi kreatif, dan lingkaran kekuasaan:
‎
‎​Eks Direktur Konten Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf (2018–2019).
‎​Eks Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM serta Komisaris Angkasa Pura II.
‎​Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

BACA:  Usai Penggeledahan, KPK Temukan Aliran Dana Citra Yulia Margareta

Elemen Masyararakat Desak Audit Investigatif 

Perbincangan hangat kian menguat lantaran posisi Fiki di ICCN beriringan dengan sosok Raffi Ahmad (Wakil Ketua Umum ICCN) yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden. Hubungan kedekatan jaringan ini memicu pertanyaan skeptis dari masyarakat sipil mengenai asas meritokrasi dalam proses seleksi kepemimpinan LPP TVRI dari 137 kandidat yang mendaftar.
‎
‎​”Ketika lembaga penyiaran publik mengelola dana triliunan rupiah dari APBN, transparansi kepemimpinan adalah syarat mutlak. Jangan sampai penunjukan figur strategis terkesan sarat dengan dorongan political privilege atau koneksi lingkaran dalam. Publik berhak menuntut profesionalisme murni, bukan sekadar kompromi manajerial yang berujung pada inefisiensi anggaran negara,” pungkas Edison Tamba.
‎
‎Pergelaran Piala Dunia 2026 kini telah usai, namun tagihan akuntabilitasnya baru ditagihkan. Kebutuhan rakyat akan tayangan olahraga berkualitas secara gratis memang patut diapresiasi. Namun, ketika kebahagiaan publik itu harus dibayar mahal dengan Rp1,3 triliun dana APBN yang dieksekusi secara minim penetrasi komersial dan tanpa terobosan skema pendanaan yang kreatif, maka penyiaran publik kita sedang mengalami krisis tata kelola.
‎
‎​DPR RI, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta elemen masyarakat sipil kini dituntut untuk audit investigatif menyeluruh atas Media Rights Agreement antara TVRI dan FIFA. Sudah saatnya TVRI bertransformasi: bukan menjadi lembaga yang latah menghabiskan uang rakyat demi gengsi konten, melainkan menjadi media publik yang mandiri, taktis, akuntabel, dan adaptif terhadap lanskap bisnis media modern. (Red)

Tags: Dirut TVRIHak Siara Piala DuniaKerabat raffi AhmadTubagus Fiki Chikara Satari (Fiki Satari)
SendShare112Tweet70Share
Kembali

Kepemimpinan Rico Waas Disorot, DPRD Medan Jangan Ragu Gunakan Hak Interplasi

Lanjut

Terkesan Pelecehan Verbal ke Gubernur Sherly, JAGA MARWAH: Sahroni Belum Jera

Baca Juga

‎Soroti Keselamatan Transportasi, ‎PB ALAMP AKSI Desak Menhub Bergerak: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi
Nasional

‎Soroti Keselamatan Transportasi, ‎PB ALAMP AKSI Desak Menhub Bergerak: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi

8 Oktober 2026
Ketua PW ISARAH Sumut, Abdul Thaib Siahaan, ST., M.I.Kom
Korupsi

PW ISARAH Sumut Desak Kejelasan Kasus Proyek Lapangan Merdeka Medan, Minta KPK Ambil Alih

7 Oktober 2026
Meneropong Lingkaran Advokat Ali Nurdin yang Terseret Pusaran Skandal Eks Jampidsus Febrie
Korupsi

Meneropong Lingkaran Advokat Ali Nurdin yang Terseret Pusaran Skandal Eks Jampidsus Febrie

31 Juli 2026
Sempat Dibidik Kortastipidkor, Ketua DPC Peradi Bandung Ali Nurdin Bantah Terlibat di Pusaran Kasus Eks Jampidsus Febrie
Korupsi

Sempat Dibidik Kortastipidkor, Ketua DPC Peradi Bandung Ali Nurdin Bantah Terlibat di Pusaran Kasus Eks Jampidsus Febrie

30 Juli 2026
Seleksi CPNS Terindikasi Suap, Sekitar 5.000 PNS Terancam Sanksi Pemberhentian
Korupsi

Seleksi CPNS Terindikasi Suap, Sekitar 5.000 PNS Terancam Sanksi Pemberhentian

17 Juli 2026
Sudirman Said Penuhi Panggilan Kejagung, Jelaskan Perannya dalam Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Minyak
Korupsi

Sudirman Said Penuhi Panggilan Kejagung, Jelaskan Perannya dalam Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Minyak

17 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tak ada hasil
Tampilkan semua

Populer

  • ‎Pendi Keling: Sang Singa Sumatera, Tokoh Pemuda Medan yang Bertemu Soekarno dan Memimpin Pemuda Pancasila di Tengah Gejolak 1965

    ‎Pendi Keling: Sang Singa Sumatera, Tokoh Pemuda Medan yang Bertemu Soekarno dan Memimpin Pemuda Pancasila di Tengah Gejolak 1965

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • PW ISARAH Sumut Desak Kejelasan Kasus Proyek Lapangan Merdeka Medan, Minta KPK Ambil Alih

    279 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Sempat Dibidik Kortastipidkor, Ketua DPC Peradi Bandung Ali Nurdin Bantah Terlibat di Pusaran Kasus Eks Jampidsus Febrie

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Sat Reskrim Polres Asahan Ungkap Kasus Perjudian Jenis Togel Macau di Kecamatan Setia Janji

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • ‎Soroti Keselamatan Transportasi, ‎PB ALAMP AKSI Desak Menhub Bergerak: Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Lagi

    279 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Harga Emas Batangan Terkoreksi, Antam Turun Rp21 Ribu per Gram

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Kisah Tragis 2 PRT di Benhil, Investigasi Warganet: Sosok Majikan Mengarah ke Adriel Viari Purba, Pengacara Mangkal di Polda Metro?

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Kasus 2 PRT di Benhil, Mengungkap Dugaan Sosok Majikan: Pengacara Oknum Polisi Narkoba hingga Caleg Gagal Partai Gerindra di Tangsel

    281 shares
    Share 112 Tweet 70

Terpopuler

  • Diduga Terindikasi Korupsi Program MBG, Ini Kata Dek Gam…

    Diduga Terindikasi Korupsi Program MBG, Ini Kata Dek Gam…

    291 shares
    Share 116 Tweet 73
  • Kejati Jambi Dalami Korupsi DPRD Merangin, Ahli Mulai Diperiksa

    290 shares
    Share 116 Tweet 73
  • “Mas Bahlil Ganteng”: Ketika Hujatan Berubah Jadi Popularitas Massal

    286 shares
    Share 114 Tweet 72
  • Kasus 2 PRT di Benhil, Sosok Majikan AVP Jadi Tersangka Pekerjakan Anak di Bawah Umur

    285 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Bunda Yin Sebut Kantor Gerindra Sumut Menjadi Contoh

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Harga Emas Batangan Terkoreksi, Antam Turun Rp21 Ribu per Gram

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Kejatisu Didesak Usut Dugaan Mafia MBG di Tapteng-Sibolga, Nama Hasva Pasaribu Ikut Disorot

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Erni Sitorus Diteriaki “Pembohong” Saat Dialog dengan Mahasiswa, ‘Mau Sampai Kapan Berbohong?’

    283 shares
    Share 113 Tweet 71
  • Kuasa Hukum CRAB Laporkan Bank Mandiri ke OJK, Tuding Ada Pencairan Dana Rp123 Miliar Tanpa Hak

    283 shares
    Share 113 Tweet 71
  • Kasus Korupsi DJKA Terus Bergulir, Dua ASN Kemenhub Diperiksa

    283 shares
    Share 113 Tweet 71
Bumi Jurnalis

© 2026 BumiJurnalis.com - Mengabarkan Fakta, Mencerdaskan Bangsa.

Navigasi

  • Home
  • Redaksi
  • Indeks
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

Tak ada hasil
Tampilkan semua
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam

© 2026 BumiJurnalis.com - Mengabarkan Fakta, Mencerdaskan Bangsa.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist