• Home
  • Redaksi
  • Indeks
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Sabtu, Oktober 3, 2026
Bumi Jurnalis
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam
Tak ada hasil
Tampilkan semua
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam
Tak ada hasil
Tampilkan semua
Bumi Jurnalis
Tak ada hasil
Tampilkan semua
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam
Home Ekonomi

Kopdes Merah Putih Perkuat Desa, Bukan Mematikan Persaingan

admin
26 Mei 2026
- Ekonomi, Nasional
0 0
Kopdes Merah Putih Perkuat Desa, Bukan Mematikan Persaingan

teks foto: Brad Indomaret & Alfamart.(st)

998
VIEWS
WAShare on FacebookShare on TwitterTele

Pernyataan soal pembatasan aaAlfamart dan Indomaret di desa tidak semestinya dibelokkan menjadi isu penutupan ritel modern. Narasi seperti itu terlalu menyederhanakan masalah dan mengaburkan substansi kebijakan. Yang sedang dibahas pemerintah adalah penataan izin baru ritel modern di wilayah perdesaan, bukan menutup gerai yang sudah beroperasi. Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto telah menjelaskan bahwa ritel modern yang sudah ada tetap berjalan, sementara yang perlu dikendalikan adalah ekspansi baru agar ekonomi desa tidak sepenuhnya dikuasai jaringan besar.

Sikap tersebut memiliki dasar yang jelas. Desa tidak boleh hanya menjadi pasar bagi pemodal besar, tetapi harus memiliki instrumen ekonomi sendiri yang mampu menggerakkan warga, petani, UMKM, dan pedagang lokal. Kopdes Merah Putih hadir untuk memperkuat posisi ekonomi desa melalui koperasi yang dikelola sebagai wadah distribusi, penyerapan produk lokal, dan penguatan rantai pasok kebutuhan masyarakat. Jika ritel modern terus masuk tanpa pengaturan, koperasi desa dan usaha kecil berpotensi kalah sebelum sempat tumbuh.

BACA:  Tuntutan BEM Fakultas Bersatu: Dukung MBG

Baca Juga

Piala Dunia 2026 Usai, Anggaran Hak Siar Rp 1,3 Terus Dikecam

Seleksi CPNS Terindikasi Suap, Sekitar 5.000 PNS Terancam Sanksi Pemberhentian

Sudirman Said Penuhi Panggilan Kejagung, Jelaskan Perannya dalam Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Minyak

Pada 21 Februari 2026, Menteri Koperasi Ferry Juliantono juga menegaskan bahwa keberadaan ritel modern di desa perlu diatur, bukan dimusuhi. Pernyataan ini penting karena menunjukkan posisi pemerintah bukan anti-investasi atau anti-persaingan, melainkan ingin menciptakan struktur pasar yang lebih adil. Bahkan, Ferry juga membuka ruang bahwa Kopdes Merah Putih dapat berjalan beriringan dan bekerja sama dengan jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, selama kepentingan ekonomi rakyat tetap menjadi prioritas.

BACA:  Masjid Kapal Al-Fauzan, Ikon Wisata Religi Baru Pariaman,Sumatera Barat

Dengan demikian, isu ini seharusnya tidak dibaca sebagai tindakan takut bersaing. Justru sebaliknya, penguatan Kopdes Merah Putih adalah cara negara membangun daya saing ekonomi desa. Persaingan yang sehat tidak mungkin terjadi jika satu pihak memiliki modal, jaringan logistik, teknologi, dan skala bisnis yang jauh lebih besar, sementara koperasi desa baru mulai dibangun. Di sinilah negara perlu hadir untuk memastikan arena usaha tidak timpang sejak awal.

BACA:  KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Korupsi DJKA

Kebijakan penataan ritel modern juga tidak menghilangkan pilihan konsumen. Masyarakat tetap membutuhkan akses barang yang mudah dan harga yang wajar. Namun, akses itu harus dibangun tanpa mematikan ekonomi lokal. Kopdes Merah Putih dapat menjadi penyeimbang agar keuntungan ekonomi tidak seluruhnya keluar dari desa, tetapi kembali berputar untuk anggota, pelaku UMKM, petani, dan masyarakat sekitar.

Karena itu, framing bahwa pemerintah ingin menutup Alfamart dan Indomaret adalah keliru. Yang benar, pemerintah sedang mendorong tata kelola pasar desa yang lebih seimbang, adil, dan berpihak pada kemandirian ekonomi rakyat. Ritel modern tetap bisa berperan, tetapi desa juga harus diberi ruang untuk menjadi pelaku utama, bukan sekadar konsumen dalam rantai bisnis besar. (Int)

Tags: alfamartindoemaretKopdes merah putihMendesUMKM
SendShare112Tweet70Share
Kembali

“Mas Bahlil Ganteng”: Ketika Hujatan Berubah Jadi Popularitas Massal

Lanjut

Mahkamah Agung Mampu Lakukan, ‘Sunat’ Vonis Eks Bupati Zainy Arony Jadi 5 Tahun

Baca Juga

Piala Dunia 2026 Usai, Anggaran Hak Siar Rp 1,3 Terus Dikecam
Korupsi

Piala Dunia 2026 Usai, Anggaran Hak Siar Rp 1,3 Terus Dikecam

25 Juli 2026
Seleksi CPNS Terindikasi Suap, Sekitar 5.000 PNS Terancam Sanksi Pemberhentian
Korupsi

Seleksi CPNS Terindikasi Suap, Sekitar 5.000 PNS Terancam Sanksi Pemberhentian

17 Juli 2026
Sudirman Said Penuhi Panggilan Kejagung, Jelaskan Perannya dalam Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Minyak
Korupsi

Sudirman Said Penuhi Panggilan Kejagung, Jelaskan Perannya dalam Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Minyak

17 Juli 2026
BPK Temukan 9 Importir Berutang Macet Tetap Terima Dana Pemerintah, Nilainya Capai Rp7 Miliar
Ekonomi

BPK Temukan 9 Importir Berutang Macet Tetap Terima Dana Pemerintah, Nilainya Capai Rp7 Miliar

17 Juli 2026
Kematian Boy Simamora Dinilai Tidak Wajar, Publik Desak Polres Tapteng Usut Tuntas
Nasional

Kematian Boy Simamora Dinilai Tidak Wajar, Publik Desak Polres Tapteng Usut Tuntas

17 Juli 2026
IHSG Diproyeksikan Rawan Koreksi, Investor Ritel Disarankan Cermati Sejumlah Saham Pilihan
Ekonomi

IHSG Diproyeksikan Rawan Koreksi, Investor Ritel Disarankan Cermati Sejumlah Saham Pilihan

17 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tak ada hasil
Tampilkan semua

Populer

  • Piala Dunia 2026 Usai, Anggaran Hak Siar Rp 1,3 Terus Dikecam

    Piala Dunia 2026 Usai, Anggaran Hak Siar Rp 1,3 Terus Dikecam

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Mahasiswa Ungkap Dugaan Berbagai Pelanggaran Lingkungan, Desak Bupati Deliserdang Copot Kadis LH

    279 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Sempat Dibidik Kortastipidkor, Ketua DPC Peradi Bandung Ali Nurdin Bantah Terlibat di Pusaran Kasus Eks Jampidsus Febrie

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Kasus 2 PRT di Benhil, Mengungkap Dugaan Sosok Majikan: Pengacara Oknum Polisi Narkoba hingga Caleg Gagal Partai Gerindra di Tangsel

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Meneropong Lingkaran Advokat Ali Nurdin yang Terseret Pusaran Skandal Eks Jampidsus Febrie

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Masuk Golongan Asnaf, Ladislao Tuai Pujian Aksinya Modifikasi Ojol

    278 shares
    Share 111 Tweet 70
  • Sat Reskrim Polres Asahan Ungkap Kasus Perjudian Jenis Togel Macau di Kecamatan Setia Janji

    279 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Terkesan Pelecehan Verbal ke Gubernur Sherly, JAGA MARWAH: Sahroni Belum Jera

    279 shares
    Share 112 Tweet 70

Terpopuler

  • Diduga Terindikasi Korupsi Program MBG, Ini Kata Dek Gam…

    Diduga Terindikasi Korupsi Program MBG, Ini Kata Dek Gam…

    291 shares
    Share 116 Tweet 73
  • Kejati Jambi Dalami Korupsi DPRD Merangin, Ahli Mulai Diperiksa

    289 shares
    Share 116 Tweet 72
  • “Mas Bahlil Ganteng”: Ketika Hujatan Berubah Jadi Popularitas Massal

    285 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Bunda Yin Sebut Kantor Gerindra Sumut Menjadi Contoh

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Kasus 2 PRT di Benhil, Sosok Majikan AVP Jadi Tersangka Pekerjakan Anak di Bawah Umur

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Kejatisu Didesak Usut Dugaan Mafia MBG di Tapteng-Sibolga, Nama Hasva Pasaribu Ikut Disorot

    283 shares
    Share 113 Tweet 71
  • Erni Sitorus Diteriaki “Pembohong” Saat Dialog dengan Mahasiswa, ‘Mau Sampai Kapan Berbohong?’

    283 shares
    Share 113 Tweet 71
  • Harga Emas Batangan Terkoreksi, Antam Turun Rp21 Ribu per Gram

    282 shares
    Share 113 Tweet 71
  • KPK Tangkap Kepala Imigrasi Jakarta Barat Ronald Arman Saat OTT

    282 shares
    Share 113 Tweet 71
  • Kuasa Hukum CRAB Laporkan Bank Mandiri ke OJK, Tuding Ada Pencairan Dana Rp123 Miliar Tanpa Hak

    282 shares
    Share 113 Tweet 71
Bumi Jurnalis

© 2026 BumiJurnalis.com - Mengabarkan Fakta, Mencerdaskan Bangsa.

Navigasi

  • Home
  • Redaksi
  • Indeks
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

Tak ada hasil
Tampilkan semua
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam

© 2026 BumiJurnalis.com - Mengabarkan Fakta, Mencerdaskan Bangsa.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist