AS VS Iran, Trump: Kesepakatan Sampai Benar-Benar Selesai

Internasional-BumiJurnalis: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa Washington tidak akan terburu-buru dalam mencapai kesepakatan damai dengan Iran di tengah konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Minggu, (24/5/2026), sehari setelah ia menyebutkan, kedua negara telah “hampir menyelesaikan” rancangan awal perjanjian perdamaian.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan, blokade kapal-kapal Iran di Selat Hormuz akan tetap diberlakukan sampai seluruh kesepakatan benar-benar selesai, diverifikasi, dan ditandatangani secara resmi.

BACA:  "Perang Dunia III di Ambang Pintu! Rusia Buka Suara soal Serangan AS ke Iran: Trump Munafik!"

Menurut Trump, proses negosiasi harus dilakukan secara hati-hati agar hasil akhirnya benar-benar menguntungkan kedua pihak.

“Kedua belah pihak harus meluangkan waktu dan memastikan semuanya tepat,” tulisnya.

Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut.

Namun kantor berita Tasnim, yang dekat dengan Garda Revolusi Iran, melaporkan, Amerika Serikat masih dianggap menghambat beberapa poin penting dalam pembahasan, termasuk tuntutan Iran terkait pencairan dana negara yang dibekukan di luar negeri.

BACA:  Gempur Tel Aviv! Iran Hujani Israel dengan Ratusan Rudal dan Drone, Timur Tengah Siap Meletus

Kesepakatan Damai Masih Penuh Tantangan

Sebelumnya, Trump sempat menyampaikan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kemajuan besar dalam penyusunan nota kesepahaman menuju perdamaian.

Salah satu poin utama dalam pembicaraan itu adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia sebelum konflik pecah.

Meski demikian, sejumlah isu krusial masih menjadi hambatan besar. Amerika Serikat dan Iran masih berselisih mengenai program nuklir Iran, konflik Israel dengan kelompok Hizbullah di Lebanon yang didukung Teheran, hingga tuntutan pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran.

BACA:  Kodim 0725/Sragen bersama Yayasan Kartika Jaya Gelar Lomba Mewarnai

Selain itu, Iran juga meminta pencairan puluhan miliar dolar hasil penjualan minyaknya yang selama ini dibekukan di berbagai bank asing.

AS Sebut Iran Setuju “Secara Prinsip”

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan, kesepakatan final belum akan ditandatangani dalam waktu dekat. Menurutnya, proses pengambilan keputusan di Iran berjalan cukup lambat.(Int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *