• Home
  • Redaksi
  • Indeks
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Rabu, Juni 24, 2026
Bumi Jurnalis
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam
Tak ada hasil
Tampilkan semua
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam
Tak ada hasil
Tampilkan semua
Bumi Jurnalis
Tak ada hasil
Tampilkan semua
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam
Home Ekonomi

Kisah Puncak Kekuasaan ke Jurang Krisis: Runtuhnya Kerajaan Bisnis Salim Group

admin
22 Juni 2026
- Ekonomi, Nasional, Ragam
0 0
Kisah Puncak Kekuasaan ke Jurang Krisis: Runtuhnya Kerajaan Bisnis Salim Group
991
VIEWS
WAShare on FacebookShare on TwitterTele

Jakarta-BumiJurnalis: Selama puluhan tahun, nama Salim Group identik dengan kejayaan bisnis di Indonesia. Dari produk makanan, perbankan, hingga sektor manufaktur, jejak konglomerasi ini begitu lekat dalam kehidupan masyarakat. Salah satu ikon terbesarnya adalah Indofood, perusahaan yang hingga kini masih menjadi pemimpin pasar dan bagian penting dari imperium bisnis keluarga Salim.

Namun di balik gemerlap kesuksesan yang diwariskan lintas generasi, tersimpan kisah dramatis tentang bangkit dan runtuhnya salah satu kerajaan bisnis terbesar dalam sejarah Indonesia.

Baca Juga

Abaikan Integritas,KPK Soroti Masuknya Mantan Koruptor ke Partai Politik

Kekayaan Fantastis Kaisar Tembus Rp627 Miliar, Putra Ketua Banggar DPR RI

DSIL Kirim Atlet Terbaik Deliserdang ke Pariaman Open

Tidak banyak yang mengetahui bahwa Salim Group pernah mengalami masa-masa paling kelam setelah menikmati puncak kejayaan selama lebih dari tiga dekade. Kisah tersebut tak bisa dilepaskan dari sosok pendirinya, Sudono Salim atau yang dikenal sebagai Liem Sioe Liong, serta hubungan dekat yang terjalin dengan Presiden RI ke-2, Soeharto.

BACA:  Terseret Kasus Korupsi Lahan Rorotan, KPK Periksa Pembalap Zahir Ali

Perjalanan bisnis Sudono Salim bermula dari aktivitas perdagangan dan penyediaan logistik pada masa awal kemerdekaan. Melalui perantara sepupunya, Sulardi, ia diperkenalkan kepada Kolonel Soeharto yang saat itu memimpin pasukan dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Dari perkenalan tersebut, terjalin kerja sama yang kemudian menjadi fondasi bagi berkembangnya jaringan bisnis Salim. Sudono Salim dipercaya memasok kebutuhan logistik pasukan, sementara hubungan keduanya semakin erat seiring perjalanan waktu.

Ketika Soeharto berhasil mengambil alih tampuk kekuasaan pada pertengahan 1960-an dan memimpin Indonesia selama era Orde Baru, bisnis Salim Group berkembang pesat. Berbagai sektor usaha berhasil dikuasai, mulai dari pangan, perbankan, properti, otomotif, hingga industri manufaktur.

Dalam buku Liem Sioe Liong dan Salim Group (2016), penulis Richard Borsuk dan Nancy Chng menyebut bahwa setelah Soeharto berkuasa, Liem Sioe Liong menjadi salah satu pengusaha paling berpengaruh dan terkuat di lingkaran bisnis yang dekat dengan pemerintah.

BACA:  Sindir Soal Ijazah, PDIP: Jokowi Itu Dipecat

Hubungan yang terjalin selama puluhan tahun itu menciptakan simbiosis yang saling menguntungkan. Stabilitas politik memberi ruang bagi ekspansi bisnis Salim Group, sementara jaringan bisnis raksasa tersebut menjadi salah satu penopang ekonomi nasional pada masanya.

Hasilnya, Sudono Salim menjelma menjadi orang terkaya di Indonesia. Di saat yang sama, Soeharto berhasil mempertahankan kekuasaannya selama lebih dari tiga dekade.

Roda Sejarah Berputar dengan Cepat.

Krisis moneter Asia yang meledak pada 1997 menjadi awal dari guncangan besar. Nilai tukar rupiah anjlok, sektor perbankan kolaps, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah terus menurun. Puncaknya terjadi pada Mei 1998 ketika gelombang demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial mengguncang berbagai kota di Indonesia.

Dalam hitungan hari, fondasi yang menopang kejayaan Salim Group selama puluhan tahun ikut terguncang. Sejumlah aset perusahaan menjadi sasaran amuk massa, kantor dan fasilitas bisnis mengalami kerusakan, sementara tekanan ekonomi memaksa grup usaha tersebut melakukan restrukturisasi besar-besaran.

BACA:  Suasana Haru Menyambut Kepulangan Jamaah Haji Aceh Kloter Pertama

Kejatuhan rezim Soeharto pada 21 Mei 1998 menjadi titik balik yang mengubah peta bisnis nasional. Salim Group kehilangan sebagian besar pengaruhnya dan harus melepas sejumlah aset strategis untuk menyelesaikan kewajiban yang muncul akibat krisis.

Meski demikian, keluarga Salim tidak sepenuhnya tenggelam. Melalui proses panjang restrukturisasi dan transformasi bisnis, mereka perlahan bangkit kembali. Kini, generasi penerus keluarga Salim kembali mengelola berbagai lini usaha yang tetap menjadi pemain penting dalam perekonomian Indonesia.

Kisah Salim Group menjadi salah satu contoh paling nyata bahwa dalam dunia bisnis, kejayaan sebesar apa pun tidak pernah benar-benar abadi. Sebab, kekuatan ekonomi sering kali berjalan beriringan dengan dinamika politik, dan ketika salah satunya runtuh, dampaknya dapat mengguncang fondasi yang selama ini tampak kokoh.(Red)

Tags: IndofoodLiem Sioe Liong m Konglomerat IndoensiaSalim GrupTaipan
SendShare111Tweet69Share
Kembali

Kekayaan Fantastis Kaisar Tembus Rp627 Miliar, Putra Ketua Banggar DPR RI

Lanjut

Abaikan Integritas,KPK Soroti Masuknya Mantan Koruptor ke Partai Politik

Baca Juga

Abaikan Integritas,KPK Soroti Masuknya Mantan Koruptor ke Partai Politik
Korupsi

Abaikan Integritas,KPK Soroti Masuknya Mantan Koruptor ke Partai Politik

22 Juni 2026
Kekayaan Fantastis Kaisar Tembus Rp627 Miliar, Putra Ketua Banggar DPR RI
Nasional

Kekayaan Fantastis Kaisar Tembus Rp627 Miliar, Putra Ketua Banggar DPR RI

22 Juni 2026
DSIL Kirim Atlet Terbaik Deliserdang ke Pariaman Open
Daerah

DSIL Kirim Atlet Terbaik Deliserdang ke Pariaman Open

22 Juni 2026
Harta Putri Ketum PAN Zulhas, Zita Anjani Melonjak Rp109 Miliar
Korupsi

Harta Putri Ketum PAN Zulhas, Zita Anjani Melonjak Rp109 Miliar

22 Juni 2026
Sindir Soal Ijazah, PDIP: Jokowi Itu Dipecat
Nasional

Sindir Soal Ijazah, PDIP: Jokowi Itu Dipecat

20 Juni 2026
Dikritik Hotman Paris, Kapolri Berikan Jawaban Soal Penahanan Roy Suryo Cs
Nasional

Dikritik Hotman Paris, Kapolri Berikan Jawaban Soal Penahanan Roy Suryo Cs

20 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tak ada hasil
Tampilkan semua

Populer

  • Diduga Terindikasi Korupsi Program MBG, Ini Kata Dek Gam…

    Diduga Terindikasi Korupsi Program MBG, Ini Kata Dek Gam…

    289 shares
    Share 116 Tweet 72
  • Kejati Jambi Dalami Korupsi DPRD Merangin, Ahli Mulai Diperiksa

    285 shares
    Share 114 Tweet 71
  • ESKRIM Nilai Sufmi Dasco Ahmad Layak Diperhitungkan dalam Bursa Calon Presiden 2029

    282 shares
    Share 113 Tweet 71
  • Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Bunda Yin Sebut Kantor Gerindra Sumut Menjadi Contoh

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Erni Sitorus Diteriaki “Pembohong” Saat Dialog dengan Mahasiswa, ‘Mau Sampai Kapan Berbohong?’

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Kuasa Hukum CRAB Laporkan Bank Mandiri ke OJK, Tuding Ada Pencairan Dana Rp123 Miliar Tanpa Hak

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • “Mas Bahlil Ganteng”: Ketika Hujatan Berubah Jadi Popularitas Massal

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Kejatisu Didesak Usut Dugaan Mafia MBG di Tapteng-Sibolga, Nama Hasva Pasaribu Ikut Disorot

    281 shares
    Share 112 Tweet 70

Terpopuler

  • Diduga Terindikasi Korupsi Program MBG, Ini Kata Dek Gam…

    Diduga Terindikasi Korupsi Program MBG, Ini Kata Dek Gam…

    289 shares
    Share 116 Tweet 72
  • Kejati Jambi Dalami Korupsi DPRD Merangin, Ahli Mulai Diperiksa

    285 shares
    Share 114 Tweet 71
  • ESKRIM Nilai Sufmi Dasco Ahmad Layak Diperhitungkan dalam Bursa Calon Presiden 2029

    282 shares
    Share 113 Tweet 71
  • Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Bunda Yin Sebut Kantor Gerindra Sumut Menjadi Contoh

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Erni Sitorus Diteriaki “Pembohong” Saat Dialog dengan Mahasiswa, ‘Mau Sampai Kapan Berbohong?’

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Kejatisu Didesak Usut Dugaan Mafia MBG di Tapteng-Sibolga, Nama Hasva Pasaribu Ikut Disorot

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • “Mas Bahlil Ganteng”: Ketika Hujatan Berubah Jadi Popularitas Massal

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Kuasa Hukum CRAB Laporkan Bank Mandiri ke OJK, Tuding Ada Pencairan Dana Rp123 Miliar Tanpa Hak

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • BEM Sumut Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Limbah B3 Klinik Romauli ZR ke Polda Sumut

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Polemik Pernyataan Soal Optimalisasi Pajak, Misbakhun Disorot PDI Perjuangan hingga Tuai Kritik Netizen

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
Bumi Jurnalis

© 2026 BumiJurnalis.com - Mengabarkan Fakta, Mencerdaskan Bangsa.

Navigasi

  • Home
  • Redaksi
  • Indeks
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

Tak ada hasil
Tampilkan semua
  • Home
  • Nasional
  • Korupsi
  • Pidum
  • Politik
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Sport
  • Entertainment
  • Pendidikan
  • Wisata
  • Ragam

© 2026 BumiJurnalis.com - Mengabarkan Fakta, Mencerdaskan Bangsa.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist