Dapat Amnesti Terbukti Korupsi Vonis Hukuman 3 tahun 6 bulan, di Philipina Hasto Krisyanto Terima Gelar Pejuang Demokrasi & Kriminalisasi

Nasional58 Dilihat

JAKARTA – Usai lolos dari jeratan hukuman 3 tahun 6 bulan penjara, dalam kasus suap KPU Harun Masiku, Sekjend DPP PDI Perjuangan Hasto Krisyanto dikabarkan beraktivitas olahraga lari.

Hasto Krisyanto, yang sempat viral menerima amnesti atau pengampunan hukum dari Presiden Prabowo Subianto melalui surat keputusan tertanggal 30 Juli 2025, meski status hukumnya sudah di Vonis hakim.

Hasto Krisyanto menjadi satu-satunya tahanan KPK yang dibebaskan melalui mekanisme amnesti, yang didukung oleh DPR.

Dilansir dari media Gesuri.id, Hasto Krisyanto terpantau tengah melaksanakan agenda internasional Council of Asian Liberals and Democrats (CALD),

BACA:  Sidang Korupsi Chromebook, JPU Ungkap Pengaturan Pengadaan dan Kesepakatan Co-Investment Sebesar 30%

Pada Jumat (27/03/2026) lalu, Hasto terlihat memulai hari dengan aktivitas lari pagi menyusuri pusat bisnis Makati, Filipina.

Memulai start dari Hotel Dusit Thani, lokasi acara CALD, Hasto tampil mengenakan kaos merah bertuliskan Soekarno Run. Pesan di kaos tersebutBerlarilah di Atas Kaki Sendiriseolah menjadi pernyataan ideologis di jantung kota Manila.

Sebelum memacu langkahnya, Hasto melakukan gerakan pemanasan (stretching) yang matang di area lobi hotel, memastikan otot-ototnya siap menghadapi rute aspal Makati menuju arah Ayala Triangle Gardens.

BACA:  Demosi di Daerah Dipromosikan di Pusat, JAGA MARWAH Kecam Pengangkatan Nuryanti oleh Menaker Yassierli

“Berlari dengan kaos ini di negeri tetangga adalah pengingat bahwa di mana pun kita berada, prinsip Berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri harus selalu dibawa. Ini bukan sekadar olahraga, tapi laku batin untuk tetap teguh pada identitas bangsa,” ujar Hasto di sela-sela pemanasannya.

Tidak sendirian, Hasto tampak berlari didampingi oleh sejumlah staf dan fungsionaris PDIP yang turut hadir dalam delegasi forum CALD.

BACA:  Dilantik Kapolri, Irjen Pol Sandi Nugroho Resmi Jabat Kapolda Sumatera Selatan

Kehadiran Hasto di Filipina adalah untuk membahas isu-isu krusial terkait tantangan demokrasi di Asia. Baginya, lari pagi bukan sekadar hobi, melainkan cara menjaga “Stamina untuk Demokrasi”.

“Politik itu sejatinya adalah maraton, bukan sprint. Ia membutuhkan napas panjang, daya tahan menghadapi tekanan, dan keteguhan hati untuk tetap berada di jalur yang benar,” ungkap Hasto. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *