Jakarta – Kisah tragis 2 pekerja rumah tangga (PRT), D (di bawah umur yang meninggal dunia), dan R (30, korban patah tulang), yang melompat dari sebuah rumah kos di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat menjadi perhatian masyarakat luas. Bahkan berbagai kalangan termasuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya untuk segera mengungkap peristiwa tragis itu secara profesional, transparan, dan berperspektif korban.
Apalagi dari 2 PRT, 1 di antaranya meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami cedera parah akibat melompat dari lantai 4 rumah kos yang beralamat di Jl. Bendungan Walahar Nomor 32, Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Peristiwa ini dinilai menjadi ironis. Apalagi hanya berselang sehari setelah UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) disahkan oleh DPR bersama pemerintah.
“Kami sangat prihatin dan berduka atas peristiwa ini. Kami mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan berperspektif korban,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan resminya di Jakarta pada 24 April lalu.
Terlepas dari desakan tersebut, kini yang menjadi pertanyan dalam masyarakat siapa sesungguhnya pemilik rumah kos tersebut? Hingga saat ini baru sekadar inisial yang muncul yakni AVP. Tetapi, setelah warganet ramai-ramai mengulik sosok pemilik rumah kos tersebut inisial AVP mengarah kepada sosok pengacara dan konten kreator yang bernama Adriel Viari Purba (AVP). Dan seakan-akan itu terkonfirmasi ketika Adriel Viari Purba menutup kolom komentar akun resmi Instagram-nya beberapa waktu lalu.
Kendati belum ada yang menghubungi Adriel Viari Purba terkait hal tersebut, sosok ini pun belum membantah hasil penelusuran warganet itu. Juga hasil penelusuran di mesin pencari Google, alamat kantor pengacara Adriel Viari Purba berada di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat; lokasi yang sama dengan peristiwa 2 PRT yang melompat dari lantai 4 itu.
Selain itu, merujuk hasil wawancara suara.com terhadap salah satu warga bernama Ita mengungkap majikan 2 PRT itu merupakan AP yang berprofesi sebagai seorang pengacara. Kemudian, lanjut Ita, gedung tersebut merupakan rumah kos milik ayah dari AP, walau AP beserta keluarganya menempati lantai paling atas, yang juga menjadi tempat kedua korban bekerja.
Sementara itu, berdasarkan pengakuan warganet, Adriel Viari Purba merupakan pengacara yang sering mangkal di Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Namun, warganet tidak memberi penjelasan lebih lanjut soal Adriel Viari Purba yang mangkal di Polda Matro Jaya itu.
Peristiwa tragis ini sudah berjalan selama 4 hari. Akan tetapi, aparat gabungan kepolisian Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya belum menyimpulkan hasil penyelidikan mereka terhadap peristiwa itu. Terakhir, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imanuddin mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Untuk diketahui, peristiwa 2 PRT lompat dari lantai 4 rumah kos di Benhil, Jakarta Pusat terjadi pada Rabu malam, 22 April 2026, antara pukul 23.00 hingga 00.00 WIB. Peristiwa itu membuat 1 PRT meninggal dunia, dan 1 lagi mengalami luka-luka. Dalam kasus ini, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi di tempat kejadian perkara. Kendati begitu, polisi belum bisa memastikan apa alasan 2 PRT itu melompat dari rumah kos itu. [Edison Tamba]






