Jakarta – Tragedi 2 pekerja rumah tangga (PRT) yang lompat dari lantai 4 rumah kos di Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat kini menyeret nama majikannya. Dalam pemberitaan dan media sosial nama Adriel Viari Purba, seorang pengacara dan konten kreator kini menjadi pembicaraan dan disebut sebagai majikan 2 PRT itu.
Untuk diketahui, tragedi tersebut menyebabkan 1 PRT berinisial D (15) meninggal dunia. Sedangkan R (30) mengalami luka-luka, dan masih mendapat perawatan di rumah sakit. Lantas siapa sesungguhnya Adriel Viari Purba yang disebut-sebut sebagai orang besar yang merupakan majikan dari 2 PRT itu?
Berdasarkan penelusuran di mesin pencari, Adriel Viari Purba merupakan seorang pengacara muda lulusan dari Universitas Atma Jaya Jakarta. Pendidikan pasca-sarjananya ditempuh di Universitas Indonesia (UI). Seperti dikutip suara.com pada medio Oktober 2022, sosok ayah Adriel Viari Purba merupakan Mulia Rindo Purba yang merupakan anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi Gerindra.
Nama Adriel Viari Purba juga sempat menyedot perhatian publik ikut menangani kasus narkotika yang melibatkan Irjen Teddy Minahasa yang ketika menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat. Adriel Viari Purba ketika itu menjadi kuasa hukum dari AKBP Dody Prawiranegara yang menjadi anak buah dari Teddy Minahasa, dan membawa narkotika jenis sabu ke Jakarta.
Dari keterangan warganet dan beberapa penelusuran wartawan bumijurnalis.com, Adriel Viari Purba merupakan pengacara yang sering mangkal di Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, khususnya di satuan narkoba. Barangkali itu pula yang membuat Adriel Viari Purba bisa menangani beberapa kasus narkoba di Polda Metro Jaya.
Soal ini, wartawan bumijurnalis.com sudah menghubungi Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Bhudi Hermanto lewat aplikasi perpesanan Whatsapp. Budi hanya menjawab bahwa proses hukum terhadap kasus 2 PRT itu masih berlangsung. Pasal yang diterapkan pun terkait penyekapan, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga eksploitasi terhadap anak. Berkaitan dengan Adriel Viari Purba sering mangkal di Polda Metro Jaya, Budi tidak menjawabnya.
Di samping menjadi pengacara, Adriel Viari Purba sempat menjajal peruntungan menjadi calon legislatif DPRD Tangerang Selatan periode 2024-2029. Berdasarkan dokumentasi di akun TikTok dan beberapa situs di Google, Adriel Viari Purba tampak berkampanye di mana pendukungnya memakai kaos dengan wajahnya, dan tulisan nomor urut 4 dari Partai Gerindra untuk DPRD Tangerang Selatan.
Di kaos itu hanya tertulis sebagai Adriel Viari. Hasil akhir perhitungan suara caleg Pemilu 2024, Adriel Viari gagal melenggang sebagai anggota DPRD Tangerang Selatan.
Ketika wartawan bumijurnalis.com menghubungi Adriel Viari Purba soal pencalegan ini, yang bersangkutan tidak menjawabnya hingga berita ini ditayangkan.
Untuk diketahui, peristiwa 2 PRT lompat dari lantai 4 rumah kos di Benhil, Jakarta Pusat terjadi pada Rabu malam, 22 April 2026, antara pukul 23.00 hingga 00.00 WIB. PRT berinisial D (15) dilaporkan tewas dalam insiden tersebut, sementara 1 orang lainnya, R (30) yang mengalami luka-luka. Dalam kasus ini, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi di tempat kejadian perkara. Kendati begitu, polisi belum bisa memastikan apa alasan 2 PRT itu melompat dari rumah kos itu.
Pihak keluarga D (15) belum bisa menerima kenyataan tersebut karena kejadian yang menimpa anaknya menyisakan misteri. Karena itu, mereka mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara transparan dan menyeluruh.
Sementara, Polda Metro Jaya memastikan proses penyidikan terhadap kasus 2 pekerja rumah tangga (PRT) yang lompat dari lantai 4 rumah kos di kawasan Benhil, Jakarta Pusat masih terus berlangsung. Penyidik disebut masih mendalami dugaan tidak pidana dalam peristiwa yang menewaskan 1 PRT yang berinisial D (15) itu.
“Pasal yang diterapkan antara lain penyekapan, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga eksploitasi terhadap anak,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bhudi Hermanto ketika dihubungi wartawan bumijurnalis.com di Jakarta, Senin (27/4).
Budi mengatakan, langkah yang ditempuh penyidik sejauh ini antara lain menyita kamera pemindai (CCTV), melakukan visum hingga autopsi terhadap korban yang meninggal dunia. Di samping itu, penyidik juga sudah memeriksa 9 orang saksi seperti pemberi kerja (majikan), penjaga rumah, sopir, dan penyalur atau agen PRT. “Ada saksi-saksi lainnya termasuk korban yang selamat,” tambah Budi.
Terkait informasi orang-orang sudah diamankan, kata Budi, pihaknya masih mendalaminya. Polda Metro Jaya akan menyampaikan informasi lebih lanjut secara resmi perihal tersebut sesuai dengan perkembangan penyidikan. Lantas apakah majikan yang diduga seorang pengacara bernama Adriel Viari Purba itu termasuk yang diamankan?
“Masih didalami,” tandas Bhudi.









