Jakarta-Bumi Jurnalis: Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan membela diplomat senior Dino Patti Djalal setelah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyinggung masa jabatan Dino yang hanya sekitar tiga bulan sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
Melalui unggahannya di media sosial X, Anies menegaskan Dino bukan diplomat maupun pejabat karbitan. Ia bahkan mengaku sudah mengenal nama Dino sejak masih menjadi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM), ketika mendengar kiprah seorang diplomat muda Indonesia yang tampil dalam forum debat internasional dan membela posisi Indonesia di luar negeri.
Anies juga mengenang pertemuannya dengan Dino saat menempuh program doktoral di Illinois, Amerika Serikat. Menurutnya, Dino saat itu hadir untuk menjelaskan situasi mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca peristiwa 11 September. Ia menilai Dino sebagai diplomat yang cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dengan pendekatan diplomatik yang tenang.
Tak hanya itu, Anies turut menyoroti kiprah Dino saat menjabat Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat pada 2012. Salah satu yang disinggung adalah penyelenggaraan Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles yang mempertemukan diaspora Indonesia dari berbagai negara. Anies mengaku menjadi salah satu tokoh yang diundang dalam forum tersebut.
Selain Kongres Diaspora, Anies juga menyinggung pendirian Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang dinilainya sebagai komunitas kebijakan luar negeri berpengaruh dan ikut melahirkan generasi diplomat baru Indonesia.
Pernyataan Anies muncul setelah Teddy sebelumnya merespons kritik Dino terkait diplomasi dan intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Dalam klarifikasinya, Teddy mengapresiasi Dino sebagai diplomat hebat, namun turut menyinggung bahwa Dino pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri selama sekitar tiga bulan.(Red)






