Ketidakpastian Global, Rakyat Upaya BI Turunkan Nilai Tukar Dolar AS

Jakarta-BumiJurnalis: Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menyebut ketidakpastian global menjadi penyebab tekanan nilai tukar Rupiah yang nyaris menyentuh level Rp18.000 per Dolar AS usai libur dan cuti bersama Iduladha 1447 Hijriah.

“Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah,” ujarnya dikutip dari rmol.id, Jumat 29 Mei 2026.

BACA:  ​T.M. Yusuf Ucapkan Selamat atas Dilantiknya Sumarjono Saragih sebagai Dewas BPJS Ketenagakerjaan, Sinergi untuk Kesejahteraan Buruh

Tambahnya, kebutuhan valuta asing (valas) yang tinggi dinilai ikut memengaruhi tekanan Rupiah.

“Di samping itu, terdapat peningkatan kebutuhan valas secara musiman, antara lain untuk pembayaran ULN (Utang Luar Negeri) dan repatriasi dividen, di tengah arus masuk Dolar AS yang terbatas,” ujarnya.

Meskipun seperti itu, BI memastikan akan tetap hadir di pasar setiap saat guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

BACA:  Siswa Asal Siantar, Glessias Amadeus Damanik Calon Paskibraka Nasional 2026

Hal ini diwujudkan melalui mengoptimalkan intervensi pasar valas melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *