Yogyakarta-BumiJurnalis:Ratusan organisasi masyarakat sipil, aktivis, akademisi, dan tokoh intelektual dari berbagai daerah bersiap berkumpul di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Sabtu (30/5/2026).
Forum konsolidasi nasional bertajuk “Konferensi Republik: Meneguhkan Civil Society Pilar Republik” ini digelar untuk menyatukan berbagai gerakan masyarakat sipil menjadi kehendak kolektif yang terorganisir.
Pertemuan besar tersebut dirancang sebagai ruang refleksi bersama, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia. Ketua Umum Panitia Konferensi Republik, Sudirman Said, menjelaskan bahwa forum ini memiliki bobot sejarah yang sangat besar bagi perjalanan bangsa.
“Forum ini sejatinya ialah meneruskan panggilan sejarah. Republik ini digerakkan kehadirannya oleh civil society jauh sebelum negara hadir. Makanya, kerapatan civil society harus kembali dihadirkan sebagai poros yang turut aktif berkontribusi bagi hitam-putihnya Republik,” ujar Sudirman Said.
Sudirman menerangkan bahwa kontribusi nyata masyarakat sipil selalu muncul dalam setiap siklus sejarah peradaban Indonesia yang terus berkembang. Fase krusial tersebut dimulai dari momen Berbangsa pada 1908, Bersatu pada 1928, Merdeka pada 1945, Membangun pada 1966, hingga fase Berdemokrasi pada 1998.
“Dulu kita bersatu tentang apa yang tidak kita mau. Hari ini kita berhadapan dengan oligarki yang bekerja lewat hukum, regulasi, dan kendali narasi-jauh lebih licin,” jelas Sekretaris Umum Panitia, Yanuar Nugroho.
Yanuar menilai gerakan masyarakat sipil saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan era Reformasi 1998. Gerakan kontemporer memerlukan infrastruktur kokoh yang mampu menghubungkan berbagai kelompok di lintas sektor.
“Republik ini tak kurang warga yang peduli. Tapi ia butuh penghubung yang menyatukannya,” tambah Yanuar Nugroho.
Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir mengisi sesi diskusi, termasuk Jaleswari Pramodhawardani, Andi Widjajanto, Romo Leo Kleden, Alissa Wahid, Zainal Arifin Mochtar, Bhima Yudhistira, Titi Anggraini, Victoria Fanggidae, dan Chandra Hamzah. Rangkaian acara akan ditutup dengan sambutan dari Ketua Dewan Guru Besar UGM Prof. Dr. Baiquni serta Visiting Scholar Stanford University Gita Wirjawan. (Red)






