Kepling Dikerahkan Bersihkan Stadion Teladan, Kini Malah di Incak Club Pelari

Medan-BumiJurnalis:Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menuai sorotan usai mengerahkan para kepala lingkungan (Kepling), lurah, camat hingga jajaran perangkat kecamatan dan kelurahan untuk melakukan gotong royong massal membersihkan kawasan Stadion Teladan Medan dalam rangka persiapan venue Piala AFF U-19 2026.

Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin langsung Rico Waas bersama unsur Forkopimda Kota Medan. Fokus utama kegiatan yakni membersihkan sisa material pembangunan, sampah konstruksi serta merapikan area stadion yang masih dalam tahap finalisasi renovasi.

Namun, kebijakan itu memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Sejumlah pihak menilai pengerahan Kepling untuk membersihkan stadion dinilai tidak berkaitan langsung dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) seorang kepala lingkungan. Sebab, secara administratif Kepling lebih berfokus pada pelayanan masyarakat di lingkungan masing-masing, termasuk pendataan warga, mediasi sosial, pelayanan administrasi kewilayahan hingga menjaga ketertiban lingkungan.

BACA:  Wamenlu: Komite Nasional BoP Diisi Orang Palestina

Kritik semakin mencuat lantaran kondisi Stadion Teladan yang baru saja dibersihkan untuk menyambut verifikasi Piala AFF U-19 disebut kembali tercoreng setelah area lapangan dan sekeliling stadion diduga digunakan aktivitas klub lari yang lagi viral di media sosial.

Akibatnya, sejumlah area yang sebelumnya telah dirapikan terlihat kembali dipadati aktivitas yang dinilai berpotensi merusak kondisi rumput dan kebersihan stadion.

BACA:  Jalur Tikus dan Modus Canggih: Sumut Darurat TPPO, 1.583 Korban Terjebak Iming-Iming Magang hingga Pengantin Palsu

Padahal, Pemko Medan sebelumnya menegaskan bahwa Stadion Teladan tengah dipersiapkan menjadi wajah Kota Medan di ajang internasional. Rico Waas bahkan menyebut kesiapan stadion harus benar-benar maksimal demi membuktikan Medan layak menjadi tuan rumah event sepak bola internasional.

Ironisnya, setelah ratusan aparatur kecamatan, kelurahan hingga Kepling diterjunkan melakukan pembersihan besar-besaran, publik mempertanyakan konsistensi pengawasan terhadap fasilitas stadion tersebut. Masyarakat menilai upaya menjaga kualitas lapangan seharusnya dibarengi aturan ketat terhadap aktivitas yang berpotensi merusak area stadion, terlebih menjelang pelaksanaan Piala AFF U-19 2026.

BACA:  Bobby Nasution Turun Tangan! 50 Huntap Korban Bencana Tapteng Ditargetkan Rampung Sebelum Lebaran

Sorotan ini pun menjadi perhatian publik Kota Medan, mengingat revitalisasi Stadion Teladan menggunakan anggaran besar dan diproyeksikan menjadi ikon olahraga Sumatera Utara di level internasional.

Mirisnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution melalui akun instagram kegiatan turut berkomentar pada video club lari yang berada di dalam stadion. “Woi, ampun kali liatnya” Tulis Bobby. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *