Medan – Ucapan selamat ulang tahun Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam akun resmi Instagram-nya (IG) kepada eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menuai berbagai spekulasi. Pasalnya, baru kali ini Dasco lewat akun IG memberikan selamat ulang tahun kepada seseorang.
Setelah menelusuri akun IG-nya, belum pernah ada satu tokoh di luar Partai Gerindra yang mendapat ucapan selamat ulang tahun dari Dasco. Terekam dalam IG-nya, Dasco pernah mengucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden Prabowo Subianto dan Ahmad Muzani, tokoh senior Partai Gerindra sekaligus Ketua MPR saat ini.
Karena itu, wajar publik dan warganet mempertanyakan motif Dasco mengucapkan selamat ulang tahun kepada Nadiem. Apalagi ucapan tersebut muncul selepas majelis hakim Pengadian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) DKI Jakarta memvonis Nadiem 10 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek. Spekulasi Dasco mengucapkan selamat ulang tahun kepada Nadiem tersebut menjadi wajar, karena sebelumnya beberapa orang yang menjadi pesakitan di Pengadilan Tipikor dan mendapat vonis bersalah, justru mendapat amnesti, dan abolisi dari Presiden Prabowo Subianto.
Dan yang selalu membacakan amnesti dan abolisi itu adalah Sufmi Dasco Ahmad sebagai Wakil Ketua DPR. Itu sebabnya, warganet dan publik menduga, Dasco mengucapkan selamat ulang tahun kepada Nadiem karena ada hubungannya dengan hal tersebut. Kendati itu hanya spekulasi, Dasco membantah dugaan dan rumors rencana pemberian amnesti kepada Nadiem itu.
Unggahan selamat ulang tahun kepada Nadiem, kata Dasco, tidak memiliki makna khusus sebagaimana spekulasi yang berkembang di publik. “Iya, itu kan banyak pertanyaan saya juga bingung jawabnya, ya. Karena sebenarnya kan enggak ada maksud begitu,” kata Dasco kepada wartawan di kawasan DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/7).
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menggunakan hak prerogatifnya untuk 3 perkara tindak korupsi pada 2025. Pertama, Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Surat Presiden nomor R 42/Pers/VII/2025 yang memberikan amnesti kepada Hasto dalam kasus suap kepada mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, terkait pengurusan pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024. Surat tersebut dibacakan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
Kedua, dalam kasus eks Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong, Presiden Prabowo menerbitkan Surat Presiden Nomor R43/Pres/07/2025. yang memberikan abolisi dalam kasus korupsi importasi gula. Yang membacakan surat tersebut pun tetap sama yakni Sufmi Dasco Ahmad. Kasus ketiga, Presiden Prabowo memberikan rehabilitasi kepada mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi, dan 2 koleganya. Dan surat rehabilitas itu lagi-lagi Dasco yang membacakannya.
Terlepas dari bantahan Dasco soal dugaan publik dan warganet di balik ucapan selamat ulang tahun kepada Nadiem, agaknya menarik menganalisisnya dari politik Indonesia yang penuh dengan simbolik. Dalam sebuah tulisan berjudul Identification and typology of political signs in Indonesia yang dimuat https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/lililacs/article/view/51581 menyebutkan, ikon, logo, dan lambang negara merupakan politik simbol yang ingin mengirimkan nilai-nilai ideologis dan identitas secara kolektif. Tanda simbol, misalnya, termasuk slogan dan perundang-undangan memiliki makna sosial dan agenda politik yang lebih luas.
Merujuk pada pengertian ini, maka ucapan selamat ulang tahun Dasco kepada Nadiem yang diunggah di IG resminya tidak bisa dimaknai sebagai urusan personal semata. Seperti yang dimuat dalam jurnal tersebut, maka ucapan Dasco kepada Nadiem bisa dimaknai secara luas baik secara sosial maupun agenda politik.
Karenanya, dugaan publik serta warganet terkait simbol itu, bahwa Dasco berencana membacakan lagi kebijakan hukum terhadap Nadiem yang divonis 10 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Bahkan bantahan Dasco atas dugaan warganet dan publik terkait rencana pemberian amnesti kepada Nadiem justru membuka spekulasi baru: apakah Dasco sengaja memunculkan tanda atau simbol dalam IG-nya itu agar ada alasan menolak pemberian amnesti kepada Nadiem?
Sebelumnya, Dasco mengunggah ucapan selamat ulang tahun kepada Nadiem melalui akun Instagram resminya, @sufmi_dasco, pada 4 Juli lalu. Dalam unggahan itu, Dasco menuliskan, “Mengucapkan selamat hari ulang tahun untuk Mas Nadiem, semoga selalu dalam lindungannya.” Unggahan tersebut menampilkan ilustrasi bunga dengan tulisan Happy Birthday berlatar warna hijau muda dan diiringi lagu Serta Mulia milik Sal Priadi.
Unggahan itu kemudian memicu beragam spekulasi di media sosial, termasuk dikaitkan dengan proses hukum yang tengah dihadapi Nadiem. Kuasa hukum Nadiem, Dodi S Abdulkadir, sebelumnya juga mengapresiasi ucapan tersebut.







